Kadinsos Kunjungi Asrama SLB Tenggarong

img

TENGGARONG, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) Ir. Didi Ramyadi, didampingi Kasi Rehabilitas Penyandang Disabilitas Agus Hamidiansyah, melakukan kunjungan ke asrama Sekolah Luar Bias (SLB) dengan tujuan memonitor perkembangan peserta didik yang memiliki keistimewaan atau berkebutuhan khusus.

 

Dalam kunjungan tersebut Didi Ramyadi menyampaikan, bahwa menjadi kewajiban bersama memproteksi keterbatasan peserta didik ini dari pengaruh negatif yang marak saat ini. Selama ini dinas sosial sendiri menyalurkan bantuan rutin berbasis bahan pangan di setiap 6 bulan sekali.

 

Saat ini pihaknya lanjut Didi Ramyadi, sedang mengupayakan, mengeksplore kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik ini terlepas dari keterbatasanya. “Mereka yang berkebutuhan khusus ini juga memiliki kelebihan yang tentunya diusakahan kelak dapat dijadika modal dasar untuk menyongsong kehidupannya dengan baik” katanya.

 

Ini juga menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan peluang kerja dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara.

 

“Tentu saja tidaklah sedikit peserta didik berkbutuhan khusus ini dihadapkan dengan kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi meskipun ini bukan hal yang tidak mungkin. Melalui usaha pemerintah putra putri istimewa ini kelak dapat terjun kedunia kerja dengan memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki” jelas Didi.

 

Ia juga mengatakan, tentunya tidak diinginkan jika kelak peserta didik ini setelah selesai sekolah menjadi down atau tidak diberika celah maupun kesempatan dalam bekerja dengan kendala keterbatasan, padahal setiap dari mereka tentunya memiliki keistimewaan yang tak jarang keitimewaan itu tidak dimiliki oleh putra putri yang normal.

 

“Bahaya narkoba pun turut mengancam kehidupan mereka sehingga menjadi kewajiban bersama untuk menjaga anak-anak istimewa ini dari oknum yang ingin memanfaatkan kearah negatif” paparnya.

 

Ada beberapa perusahaan yang juga telah di hubugi oleh pihak pemerintah untuk membantu  menyerap tenaga mereka yang istimewa ini. Untuk mencatat saja terkadang tidak membutuhkan komunikasi yang banyak dan anak-anak istimewa ini bahkan lebih teliti dan peka serta cermat dari pada kita sehingga tidak ada alasan untuk tidak memperkerjakan mereka.

 

“Perusahaan-perusahaan ini juga berkewajiban mengayomi serta memaksimalkan mereka sebagai SDM yang mampu bekrja seprti mereka yang normal. Mereka yang  berkebutuhan khusus ini diharapkan kelak akan hidup bersoialisasi dengan masyarakat dan terjun ke dunia kerja yang tentunya mandiri bagi kehidupan mereka” terangnya.

 

Kepala SLB N Tenggarong Anwar,S.Pd. mengatakan bahwa ada sekitar 27 peserta didik yang ada di asrama saat ini, sebenarnya ada sekitar 30 orang namun ada tidak jarang orang tua yang belum mau melepas sepenuhnya putra putri mereka untuk berasrama.

 

“Namanya orang tua ada yang tidak tega, jadi kadang diasrama kadang pulang kerumah orang tua. Peserta didik ini juga memiliki keistimewaan dan telah dilatih untuk mandiri. Tentunya ini merupakan hal yang membanggakan bagi orang tua, pendidik dan tentunya kelaka akan mnjadi kebanggaan pemerintah jika peserta didik ini mampu mengembangkan potensi dirinya” pungkasnya.(aji-poskotakaltimnews.com)